Popularitas emas sebagai instrumen investasi yang aman dan tahan inflasi sayangnya juga memicu maraknya praktik curang di pasaran, yaitu peredaran Emas Palsu. Bagi investor maupun pembeli perhiasan, kewaspadaan adalah kunci. Memiliki kemampuan untuk membedakan Emas Asli dari logam lain adalah keterampilan fundamental yang melindungi nilai aset Anda. Tiga kata kunci yang esensial dalam topik ini adalah Emas Palsu, Emas Asli, dan Ciri Emas Asli. Mengenali Ciri Emas Asli menjadi pertahanan terbaik terhadap kerugian finansial akibat membeli Emas Palsu, sehingga memastikan Emas Asli yang Anda miliki adalah aset yang bernilai.
Salah satu cara sederhana dan sering digunakan untuk mengidentifikasi Ciri Emas Asli adalah melalui uji fisik sederhana, yaitu kepadatan dan bobot. Emas murni memiliki kepadatan yang sangat tinggi (sekitar $19.3 \text{ g/cm}^3$), jauh lebih padat dibandingkan kebanyakan logam lain yang sering digunakan sebagai pemalsu, seperti timah, kuningan, atau bahkan tungsten. Jika Anda membandingkan dua batang logam dengan ukuran yang persis sama, yang satu adalah emas dan yang lain adalah logam lain, emas akan terasa jauh lebih berat di tangan. Misalnya, jika Anda memegang emas batangan 10 gram bersertifikat dari PT Aneka Tambang Tbk, bobotnya akan terasa signifikan dibandingkan dengan tiruan yang terbuat dari bahan campuran.
Uji sederhana kedua adalah menggunakan magnet. Emas adalah logam non-magnetik. Artinya, Emas Asli tidak akan merespons atau tertarik sedikit pun ketika didekatkan pada magnet kuat. Sebaliknya, perhiasan atau batangan yang mengandung campuran logam besi atau nikel dalam jumlah besar (yang sering digunakan dalam pembuatan Emas Palsu) akan menunjukkan reaksi ketertarikan terhadap magnet. Uji ini sangat cepat dan dapat dilakukan sendiri, meskipun hanya menunjukkan adanya campuran logam magnetik, bukan jaminan kemurnian emas sepenuhnya.
Selain itu, cermati cap atau tanda kemurnian pada emas. Semua emas batangan resmi, dan perhiasan yang dijual oleh toko tepercaya, memiliki cap yang menunjukkan kadar karat (misalnya, 24K untuk emas murni, 18K, atau 750 untuk 75% emas). Emas batangan resmi juga dilengkapi dengan sertifikat, seperti Sertifikat Sucofindo atau sertifikat dari produsen resmi. Pada emas batangan, cap juga mencantumkan tahun produksi (misalnya, 2024), berat (misalnya, 5 gram), dan kode unik. Jika cap atau tanda ini terlihat samar, tidak rata, atau mudah luntur, Anda patut mencurigai bahwa itu adalah Emas Palsu.
Untuk memastikan keaslian, langkah terbaik adalah membawa emas tersebut ke toko emas terpercaya atau lembaga pengujian resmi. Mereka menggunakan alat ukur profesional seperti X-Ray Fluorescence (XRF) yang dapat mengukur komposisi elemen kimia emas secara akurat tanpa merusak sampel. Kasus penemuan emas tiruan sering terjadi di berbagai daerah, misalnya pada hari Rabu, 5 Februari 2025, ketika aparat berhasil mengungkap sindikat pemalsuan di kawasan Jawa Barat. Oleh karena itu, selalu utamakan transaksi di tempat yang terjamin keasliannya untuk menghindari kerugian.