Di ranah kuliner mewah, nama Salt Bae, atau Nusret Gökçe, adalah sosok yang tak asing lagi dengan gaya nyentrik dan hidangan daging mahalnya. Salah satu kreasi yang menarik perhatian dunia adalah burger emas yang pernah disajikannya dengan harga mencapai 100 dolar. Hidangan mewah ini, meski terdengar fantastis untuk sebuah makan cepat saji yaitu burger, menjadi bukti daya tarik kemewahan yang ditawarkan oleh Salt Bae.
Pada sekitar tahun 2019, Salt Bae memperkenalkan “Golden Burger” di beberapa restorannya, termasuk di Nusr-Et Steakhouse yang terkenal. Dengan harga seratus dolar per porsi, burger emas ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan menarik minat para penikmat kuliner yang mencari pengalaman bersantap yang unik dan eksklusif. Burger ini tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga sebuah pernyataan gaya hidup mewah yang menjadi ciri khas Salt Bae yang terkenal.
Emas yang digunakan pada burger ini adalah edible gold, yaitu emas murni 24 karat yang telah diolah menjadi lembaran sangat tipis sehingga aman untuk dikonsumsi bisa disajikan pada hidangan makanan mewah. Penting untuk diketahui bahwa emas jenis ini tidak memiliki rasa, bau, atau nilai gizi. Kehadirannya semata-mata berfungsi sebagai elemen estetika untuk meningkatkan daya tarik visual dan memberikan kesan kemewahan yang luar biasa pada hidangan. Selain lapisan emas, burger emas ini juga terbuat dari daging sapi wagyu berkualitas tinggi, roti brioche yang lembut, dan racikan saus spesial khas Nusr-Et.
Fenomena “Golden Burger” ini menunjukkan bagaimana Salt Bae berhasil menggabungkan kualitas bahan premium dengan presentasi yang mencolok dan dramatis. Banyak pelanggan bersedia membayar harga mahal untuk sensasi kemewahan dan kesempatan untuk membagikan pengalaman unik tersebut di platform media sosial mereka. Ini adalah bagian dari strategi Salt Bae untuk menciptakan sebuah brand yang tidak hanya menjual makanan, tetapi juga pengalaman dan status. Dengan demikian, meskipun harganya fantastis, daya tarik burger berlapis emas ini tetap kuat di kalangan pencari pengalaman kuliner yang tidak biasa.