Simulasi keselamatan evakuasi darurat sukses dilaksanakan oleh PT Antam Tbk di area operasional pertambangan bawah tanah wilayah Kabupaten Bogor. Kegiatan latihan tanggap darurat ini digelar untuk menguji kesiapsiagaan seluruh pekerja dan tim Emergency Response Team (ERT) saat menghadapi potensi bencana. Scenario simulasi meliputi penanganan kondisi darurat seperti terjadinya gempa bumi, kebocoran gas beracun, dan potensi runtuhan dinding terowongan tambang. Latihan rutin ini sangat vital guna memastikan seluruh pekerja memahami prosedur penyelamatan diri dengan cepat dan selamat.
Saat sirine darurat dibunyikan, ratusan pekerja tambang bawah tanah dengan sigap mengikuti petunjuk jalur evakuasi menuju area shelter penyelamatan terdekat. Tim medis dan penyelamat khusus bergerak cepat melakukan penyisiran, pertolongan pertama, serta evakuasi korban kecelakaan buatan menggunakan peralatan keselamatan canggih. Penggunaan alat bantu pernapasan mandiri (self-saver) dan sistem komunikasi darurat bawah tanah diuji keandalan operasinya dalam situasi krisis buatan tersebut. Latihan berjalan sangat realistis sesuai dengan standar operasional keselamatan pertambangan internasional.
Penerapan simulasi keselamatan secara berkala merupakan bukti komitmen Antam dalam menerapkan prinsip Zero Harm pada seluruh aktivitas operasional tambangnya di Bogor. Pekerjaan di sektor pertambangan bawah tanah memiliki tingkat risiko keselamatan kerja yang sangat tinggi sehingga membutuhkan kedisiplinan prosedur kerja yang sangat ketat. Melalui latihan simulasi ini, seluruh karyawan dilatih untuk tetap tenang, teratur, dan tidak panik saat berhadapan dengan situasi bahaya yang sebenarnya. Budaya keselamatan kerja terus ditanamkan menjadi nilai utama bagi setiap pekerja pertambangan.
Hasil dari pelaksanaan simulasi keselamatan ini kemudian dievaluasi secara menyeluruh oleh tim K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) bersama dinas pertambangan daerah. Setiap kelemahan dan keterlambatan waktu respon saat evakuasi langsung dicatat untuk perbaikan sistem dan prosedur tanggap darurat perusahaan ke depan. Manajemen memastikan seluruh fasilitas peralatan evakuasi di dalam lorong tambang selalu dalam kondisi siap pakai 24 jam penuh. Keselamatan dan perlindungan jiwa para pekerja merupakan prioritas paling utama di atas target produksi tambang.
Secara berkelanjutan, Antam akan terus meningkatkan standar keselamatan operasional kerja melalui penerapan teknologi pemantauan risiko bencana tambang berbasis sensor digital. Pelatihan keselamatan juga terus diberikan tidak hanya bagi karyawan internal tetapi juga bagi masyarakat desa yang tinggal di sekitar area tambang. Keberhasilan pelaksanaan simulasi keselamatan darurat di Bogor ini mempertegas kepeloporan Antam sebagai perusahaan tambang nasional terdepan yang berwawasan keselamatan kerja. Seluruh pekerja siap menjaga keselamatan kerja secara bersama-sama.