Menurut pandangan para Ahli dari Antam Bogor, perbedaan mendasar terletak pada tujuan perolehannya. Logam mulia batangan dirancang murni sebagai alat investasi dan lindung nilai (hedging). Emas batangan produksi Antam memiliki kadar kemurnian 99,99% atau 24 karat tanpa campuran logam lain. Hal ini membuat nilai jual kembalinya (buyback) jauh lebih transparan dan mengikuti harga pasar global secara presisi. Di sisi lain, perhiasan biasanya memiliki kadar emas yang lebih rendah, seperti 18 atau 22 karat, karena memerlukan campuran logam lain agar cukup keras untuk dibentuk menjadi desain yang cantik. Campuran ini secara otomatis menurunkan nilai kemurnian emas per gramnya.
Jika bicara mengenai Mana yang Lebih Cuan, logam mulia batangan hampir selalu keluar sebagai pemenang dalam konteks investasi murni. Mengapa demikian? Faktor utama adalah tidak adanya “biaya pembuatan” yang dibebankan kepada pembeli dalam jumlah besar. Saat membeli perhiasan, konsumen harus membayar biaya jasa desain dan pembuatan yang berkisar antara 10% hingga 20% dari harga emasnya. Masalahnya, saat perhiasan tersebut dijual kembali, biaya pembuatan ini biasanya tidak dihitung atau hangus. Sebaliknya, Logam Mulia hanya memiliki selisih harga (spread) antara harga beli dan harga jual kembali yang relatif lebih kecil dan stabil, sehingga potensi keuntungan saat harga emas naik akan terasa lebih cepat.
Namun, perhiasan memiliki nilai tambah dari sisi fungsional dan prestise. Seseorang bisa mendapatkan kepuasan psikologis dengan mengenakan perhiasan tersebut di acara sosial, sesuatu yang tidak bisa dilakukan dengan emas batangan yang hanya disimpan di brankas. Ahli dari Antam Bogor menyarankan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan keuntungan finansial sekaligus kepuasan estetika untuk membagi porsi kepemilikannya. Namun, untuk dana darurat atau tabungan masa depan, tetap disarankan untuk memperbesar porsi pada emas batangan karena kemudahan likuiditasnya. Emas batangan Antam lebih mudah dijual di mana saja dengan harga yang standar dibandingkan perhiasan yang harganya sering kali bergantung pada kebijakan toko emas masing-masing.
Selain itu, aspek pemeliharaan juga perlu diperhatikan. Perhiasan cenderung mengalami penyusutan berat karena gesekan atau kerusakan fisik selama pemakaian, yang pada akhirnya dapat menurunkan nilai jualnya. Sementara itu, Logam Mulia yang tersimpan rapi dalam kemasan aslinya (CertiCard) akan tetap terjaga berat dan kadar kemurniannya dalam waktu puluhan tahun sekalipun. Bagi warga Bogor dan sekitarnya yang ingin mulai berinvestasi secara serius, memahami analisis ini sangat penting agar ekspektasi keuntungan selaras dengan instrumen yang dipilih. Jangan sampai keinginan untuk investasi justru tergerus oleh biaya-biaya tambahan yang tidak perlu pada perhiasan.